Tampilkan postingan dengan label KOPI INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOPI INDONESIA. Tampilkan semua postingan

05/04/13

SANG MAESTRO KOPI INDONESIA MENGAKUI KENIKMATAN KOPI ROBUSTA DAMPIT

Malang Coffee Festival 2012



Jumat, (28/9), Malang Coffee Festival 2012 dibuka dengan acara talkshow bertema Sejarah Kopi di Indonesia. Acara tersebut disambut meriah dengan kehadiran Surip Mawardi dan Adi W. Taroepratjeka, para maestro kopi Indonesia.

Pengunjung pun diajak mengenal tentang sejarah kopi di Indonesia. Mulai dari sejarah masuknya kopi hingga perkembangannya saat ini. Sejarah kopi diperkirakan dimulai sejak abad ke-16. Kala itu, India mengirim bibit kopi Yemen atau Arabica kepada Gubernur Belanda di Batavia pada tahun 1696. Sayangnya, bibit pertama gagal tumbuh karena musibah banjir di Batavia.

Pengiriman kedua berjalan sangat lancar. Benih kopi tersebut berhasil tumbuh di Indonesia. Kemudian pada tahun 1711, biji-biji kopi itu dikirim ke Eropa. Dalam waktu 10 tahun, ekspor kopi meningkat sampai 60 ton per tahun. Alhasil, Indonesia pun menjadi daerah perkebunan Kopi pertama di luar Arab dan Ethiopia.

Kini, perkembangan kopi Indonesia melaju dengan sangat pesat. "Konsumsi kopi kita naik 8 % dari 5 %. Ini bukan angka yang kecil lho. Bahkan sebaliknya. Ini sangatlah besar," tukas Adi W. Taroepratjeka, presenter Coffee Storydi Kompas TV. 


Malang menjadi salah satu kota penghasil kopi Robusta terbaik di Indonesia. Fakta ini disampaikan berulang kali oleh Pak Surip, selama acara talk show berlangsung. Sejak dulu, Malang dikenal sebagai daerah penghasil biji kopi, khususnya Robusta. Budidaya kopi dilakukan di beberapa daerah di Malang, yakni Dampit dan Tirtoyudo.

"Malang Selatan punya kopi (Robusta) yang khas dan cita rasanya lebih enak dari Lampung. Namun, ekspor kopi terbesar Indonesia berasal dari Lampung," jelas Pak Surip selaku peneliti kopi internasional.


Itulah mengapa Malang masih kalah saing dengan Lampung, yang terkenal dengan komoditi ekspor kopi terbesar di Indonesia. Hal itu dikarenakan daerah-daerah lain di sekitar Lampung, menyetor hasil panen mereka ke sana. Jadi, semua komoditi ekspor tersebut tidak benar-benar datang dari Lampung. Lain dengan Malang, yang hanya mengekspor kopi dari hasil perkebunan sendiri. Sapi punya nama, kerbau punya susu. Ungkapan itu dipakai Pak Surip untuk menggambarkan fenomena tersebut.
 

Diambil dari Sumber :
 http://m.merdeka.com/gaya/sang-maestro-bicara-sejarah-kopi-indonesia.html


KOPI LUWAK ASLI, KOPI LUWAK HITAM , KOPI LUWAK DAN ASAL USULNYA DI INDONESIA

Luwak (Paradoxorus hermaproditus)
Masih Bentuk Brenjel


Kopi Luwak adalah kopi yang tercipta dengan proses seleksi alami melalui binatang Luwak (Paradoxorus hermaproditus). Abad ke-18 adalah awal dimulanya sejarah kopi Luwak di Indonesia. Saat itu pemerinta Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di Hindia Belanda, khususnya di pulau Jawa dan Sumatera.

Pemerintah Belanda Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel (1830—1870) sangat melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk dikonsumsi pribadi. Hingga akhirnya suatu hari pekerja perkebunan menemukan kotoran binatang mengandung butiran biji kopi di area perkebunan dan ternyata yang mereka temukan adalah kotoran binatang sejenis musang yang suka mengkonsumsi biji kopi. Karena ada larangan memetik biji kopi perkebunan, maka para petani mengumpulkan Biji kopi pada kotoran luwak dan memprosesnya dengan cara mencucinya terlebih dahulu, kemudian disangrai dan ditumbuk, lalu diseduh dengan air panas seperti layaknya membuat sevangkir kopi pada umumnya

Ternyata petani merasakan sensasi berbeda dari kopi yang mereka temukan. Rasa dan aroma kopi tersebut sangat berbeda dengan kopi pada umumnya, kopi luwak dirasa jauh lebih nikmat dari kopi biasa. Maka sejak itu terciptalah kopi luwak. Kabar mengenai nikmatnya kopi luwak hasil penemuan petani tersebut akhirnya tercium oleh orang Belanda pemilik perkebunan. Dan sejak itu pulalah kopi luwak menjadi minuman kesukaan kalangan elit Belanda. Namun karena kelangkaannya serta proses pembuatannya termasuk tidak lazim, kopi luwak pun menjadi kopi termahal di dunia sejak zaman kolonial